MENGENAL AGROINDUSTRI

Agroindustri dimulai dari dua pendekatan, yaitu

  1. suplai bahan baku (supply side) dan
  2. permintaan pasar (demand side).

Pendekatan suplai bahan baku digunakan karena bahan baku yang tersedia banyak, namun belum termanfaatkan sehingga nilainya menjadi rendah.  Pengolahan bahan baku ini akan meningkatkan nilai tambah bahan baku tersebut, Sementara pendekatan permintaan pasar digunakan karena melihat adanya peluang pasar bagi produk hasil pengolahan bahan baku tersebut.

Agroindustri terdiri atas 3 faktor, yaitu bahan baku, proses dan pasar. Bahan baku yang ada diolah atau dikonversi dengan menerapkan teknologi proses menjadi produk dan kemudian produk yang dihasilkan tersebut dijual ke konsumen.
Pengolahan bahan baku untuk agroindustri dilihat dari tiga aspek, yaitu :

  1. Kontinuitas; ketersediaan bahan baku harus terjamin secara kontinyu.
  2. Kuantitas;  adanya jaminan ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan.
  3. Kualitas; bahan baku yang dipasok harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Potensi bahan baku perlu diketahui untuk menentukan jenis teknologi yang cocok untuk digunakan dalam upaya meningkatkan nilai tambah bahan baku tersebut. Bahan baku yang dipilih haruslah yang memiliki keunggulan komparatif. Penggunaan bahan baku yang tidak memiliki keunggulan komparatif sebaiknya dihindari untuk mencegah resiko biaya tinggi pada aktivitas agroindustri.

Keunggulan komparatif Indonesia,
(a)    Tropis, adanya sinar matahari dan hujan sepanjang tahun
(b)   Kepulauan, adanya keunggulan dari segi musim, angin dan keragaman plasmanutfah yang ada.
(c)    Maritim, adanya keragaman dan kekayaan hasil laut.

Pasar untuk produk yang dihasilkan, dapat berupa pasar yang sudah ada (existing market) atau dapat diciptakan pasar yang benar-benar baru (create market). Keuntungan menciptakan pasar yang baru adalah kita dapat menjadi market leader. Harga produk dapat kita tentukan tanpa perlu khawatir persaingan harga dari kompetitor. Sementara bila mengikuti pasar yang telah ada, maka terjadi persaingan dengan kompetitor yang ada, baik dalam hal harga, kualitas, dan sebagainya. Bentuk pasar diantaranya yaitu murni baru dan pasar alternatif.

Salah satu contoh membuka pasar baru adalah pada kasus teh botol Sosro. Teh botol Sosro sukses dipasarkan di Indonesia karena berprinsip modern dengan rasa/selera melayu. Sesuai dengan selera Indonesia yang suka minum teh, dan tampilan kemasannya yang modern, menyerupai Coca-cola. Budaya minuman kemasan botol dibawa oleh Coca-cola ke Indonesia. Namun pemasaran Coca-cola kurang sukses di Indonesia akibat ketidakcocokan dengan perut Indonesia. Kondisi ini menjadi peluang pasar yang dimanfatkan dengan baik oleh teh botol Sosro.

Antara bahan baku, proses dan pasar, urutannya tidak selalu harus dimulai dari bahan baku, namun dapat dimulai dari proses ataupun pasar.

  1. Ada potensi bahan baku à cari alternatif teknologi yang dapat digunakan à lempar ke pasar à jual produk ke pasar dengan harga yang diinginkan.
  2. Ada bahan baku à ada potensi pasar à cari teknologi yang cocok à jual dengan harga yang diinginkan.
  3. Ada potensi pasar à bahan baku yang cocok à cari teknologi yang cocok à jual dengan harga yang diinginkan.

Dalam struktur pasar, dikenal adanya Mafia. Keberadaan mafia ini sulit untuk dihilangkan.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pendirian agroindustri, yaitu :

Ide à Possibility à Feasibility à Layak à Didirikan/dioperasikan

  • Ide, ditentukan beberapa ide agroindustri
  • Possibility, dirumuskan posible atau tidaknya ide tersebut yang dilihat dari bahan baku, lokasi, infrastruktur, utilitas, sumber energi, pasar dan sebagainya.
  • Feasibility/appraisal, dilakukan perancangan untuk menguji layak atau tidaknya ide tersebut.
  • Bila layak maka ide tersebut dapat direalisasikan.

Beberapa definisi :

  1. Arah, yaitu sesuatu yang ingin dituju/dicapai
  2. Tujuan, yaitu sesuatu yang ingin dicapai, namun belum ditentukan parameter kuantitatif dan kualitatifnya.
  3. Sasaran, yaitu sesuatu yang ingin dicapai, dimana parameter kuantitatif dan kualitatifnya telah ditentukan.
  4. Target, yaitu sesuatu yang ingin dicapai, dengan bobot parameter kualitatif dan kuantitatifnya yang makin banyak.
  5. Strategi adalah rencana yang mengandung cara komprehensif dan terintegrasi yang dapat dijadikan pegangan untuk bekerja, berjuang dan berbuat guna memenangkan kompetisi. Dapat pula didefiniskan sebagai cara terbaik untuk mencapai beberapa sasaran.
  6. Sasaran dan target memiliki kerangka waktu.  Target harus kuantitatif (besaran, nilai, dll), yang berfungsi untuk menilai sukses atau tidaknya kegiatan yang dilakukan.

Perbedaan pembangunan dan pengembangan :

  1. Pembangunan, yaitu membentuk sesuatu dari yang awalnya tidak ada menjadi ada
  2. Pengembangan, yaitu sesuatu yang sudah ada makin ditingkatkan

Pada prinsipnya, agroindustri dibedakan atas 2 rantai, yaitu :

  1. Rantai sangat singkat, misalnya pada pasca panen, contoh : padi menjadi beras.
  2. Rantai panjang dan sangat panjang, biasanya berupa downstream industry (industri hulu-hilir).

Pemilahan industri dapat dilakukan berdasarkan :

  1. Skala usaha (besar, menengah, kecil)
  2. ingkat teknologi (sederhana, modern)
  3. Kelompok komoditi (industri makanan, minuman, kesehatan, dll)

Prinsip pemilahan adalah untuk memudahkan dalam menganalisis dan dari analisis yang dilakukan akan memudahkan untuk menangani industri tersebut.

Tata letak industri dapat didekatin dengan beberapa, diantaranya :

  • Didekatkan dengan bahan baku
  • Didekatkan dengan pasar
  • Didekatkan dengan utilitas
  • Dll

Footloose industry, yaitu industri yang dimanapun lokasinya berada tidak menjadi masalah, bersifat hitech dan dapat dijual dengan harga mahal.

Agroindustri mampu membantu Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, perlu diperhatikan faktor sebagai berikut :

Tingkah laku atau peranan pelaku ekonomi

  1. Potensi bahan baku
  2. Kebijakan yang ada
  3. Langkah-langkah apa yang sebaiknya/seharusnya dilakukan pemerintah
  4. Bagaimana hubungan Indonesia dengan negara lain (bilateral, regional)
  5. Dll

Dwi Purnomo, Dosen dan Peneliti
Fakultas Teknologi Industri Pertanian UNPAD
dwighy@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s