Menengok Malaysia Membangun Produk Halal Berkaliber Dunia

Menengok Malaysia Membangun Produk Halal Berkaliber Dunia

Oleh : Dwi Purnomo

Pada tanggal 6-10 Mei 2009 ini Malaysia menghentak dunia dengan menggelar event internasional bertajuk “Malaysia International Halal Showcase” atau MIHAS VI 2009 yang merupakan ajang pertemuan tahunan terbesar dunia dalam bidang industri halal yang memfasilitasi pertemuan antara produsen, pedagang dan konsumen produk-produk halal internasional. Ajang ini dikunjungi oleh lebih dari 400.000 pengunjung dari 69 negara dan terdiri atas 507 peserta pameran dari 25 negara, sehingga menjadikan MIHAS 2009 sebagai perhelatan produk halal terbesar di dunia.

Ambisi Malaysia untuk menjadi pusat produk halal internasional pada tahun 2010, dibuktikan dengan adanya perhelatan besar ini, sekaligus membuktikan keseriusannya membangun produk halal nasional yang bernilai tambah tinggi dan mampu berkompetisi di tingkat dunia. Malaysia saat ini memproyeksikan peningkatan pangsa pasar halal dunia-nya dari 1% menjadi 5% pada 2010, dan mulai menghasilkan 200 ton produk halal setiap hari, dimana 60%-nya  diekspor ke seluruh dunia yang dudukung dengan beragam strategi jangka panjang yang matang dengan perangkat kebijakan pendukung perdagangan, logistik, perbankan, dan sertifikasi halal yang dapat diterima di seluruh dunia.

Industri halal menjadi salah satu industri strategis Malaysia sebagai respon terhadap perkembangan produk global halal yang ternyata tidak hanya diterima oleh komunitas muslim saja, namun juga oleh kalangan non-muslim secara global. Hal ini juga adalah rspon atas perkembangan terminologi halal yang kini dianggap sebagai standar mutu yang tinggi terhadap jaminan keamanan dan kesehatan produk bermutu. Kesadaran global atas penggunaan halal sebagai standar mutu telah digaungkan dalam satu dekade ini, termasuk melalui MIHAS yang telah dilaksanakan dalam enam tahun terkahir ini yang mulai merintis harmonisasi peraturan dan panduan halal secara global sebagai upaya untuk mendukung pada peningkatan volume dan nilai perdagangan produk halal secara global yang sejalan dengan liberalisasi. Hal ini diharapkan akan berdampak pada penyediaan akses pasar pangan halal yang lebih besar diiringi dengan peningkatan keragaman dan diferensiasi produk yang tinggi mulai dari industri makanan dan minuman, peternakan, kesehatan hingga kosmetik.

Beragam produk yang ditampilkan dalam MIHAS 2009 yang juga merupakan etalase produk halal Malaysia dan dunia ini terdapat hal yang mengejutkan, kerena dari ratusan stand dalam negeri Malaysia sebagian besarnya adalah produk-produk yang berasal dari Usaha Kecil Menengah (UKM) yang telah berhasil mengembangkan produk berstadar halal global dengan kemasan yang sangat apik, sehingga sulit membedakan mana produk yang berasal dari industri besar dengan produk-produk UKM-nya. Terlebih lagi UKM-UKM ini mampu menjamin keberlanjutan produksinya sehingga dapat melakukan kontrak dagang jangka panjang dengan pasar internasional. Untuk menjaga keberlanjutan perdangan halal-nya, Malaysia juga selama beberapa tahun terakhir mulai mengidentifikasi wilayah zona halal dan membangun Halal Park sebagai pusat produksi sekaligus pusat penelitian produk-produk halal yang bertaraf internasional.

Keberhasilan produk halal Malaysia yang begitu cepat berkembang adalah hasil dari konsistensi dan fokusnya paket-paket kebijakan serta berbagai strategi unik yang dilakukan pemerintah yang didukung perusahaan-perusahaan negara, pihak perbankan dan pengusaha swasta yang bersama-sama mendorong usaha besar dan  kecil untuk memproduksi beragam produk halal berstrandar internasional. Bantuan yang disalurkan bagi wirausaha yang mengusahakan produk halal berupa bantuan keuangan khusus, kelonggaran pajak investasi 100 % selama lima tahun, bantuan perencanaan dan pengembangan produk hingga pengembangan bisnis, pengawasan ketat melalui sertifikasi halal hingga  perhatian khusus pada pengembangan paten yang menyangkut standar kualitas, proses produksi, penciptaan produk hingga standar-standar produk halal. Upaya-upaya ini diikuti dengan mengembangkan pasar dan promosi merk yang dianggap serius sebagai investasi strategis dalam menjamin keberlangsungan pasarnya. Bahkan Malaysia mengininisiasi pendirian outlet ritel halal Halmart pertama dunia sebagai upaya perpanjangan tangan produk-produk halal Malaysia untuk mencapai konsumen secara luas. Seluruh kebijakan ini dikoordinasikan badan pemerintah Department of Islamic Development Malaysia (JAKIM) dan  Halal Industry Development Corporation (HIDC).

Bercermin pada perkembangan pesat produk halal Malaysia, maka Indonesia juga semestinya mulai fokus dalam pengembangan industri halalnya. Hal ini bukan dikarenakan Malaysia sudah memulainya terlebih dahulu, ataupun karena Indonesia dengan populasi muslimnya yang terbesar didunia, namun lebih karena alasan untuk memanfaatkan peluang bisnis industri halal internasional yang berkembang dengan pesat dimana pasar global dunia yang menuntut pasokan produk halal yang aman dan bermutu tinggi. Untuk merespon hal ini bukanlah hal yang tidak mungkin bagi Indonesia yang memiliki modal sumber daya alam dan manusia yang sangat besar dan sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai modal pembangunan produk halal nasional yang mampu bertarung di tingkat internasional yang berkontribusi pada pembangunan nasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s