Mengembangkan Strategi Teknologi

Mengembangkan Strategi Teknologi

Oleh: Dwi Purnomo

Strategi teknologi adalah strategi penting yang melibatkan aspek-aspek eksploitasi, pengembangan, dan pemeliharaan kemampuan serta pengetahuan perusahaan. Mengembangkan sebuah strategi teknologi jangka panjang akan memaksa perusahaan untuk  kembali menganalisa produk serta posisi pasarnya, dan menekankan perusahaan untuk  menganalisa produk  dan teknologi produksi sebagai basis operasi perusahaan. Basis teknologi harus dieksploitasi sepenuhnya secara efektif, bukan sekedar diukur dari segi pengembalian modal yang optimal, karena eksploitasi teknologi  yang efektif akan berujung pada R&D yang produktif serta komersialisasi yang baik. Pengembangan strategi teknologi juga diperlukan untuk membantu krisis yang disebabkan oleh pengabaian terhadap pengembangan basis teknologi. Juga diperlukan suatu keberanian untuk jujur menilai keunggulan/ketertinggalan teknologi yang dimiliki jika dibandingkan dengan teknologi yang dimiliki pesaing.

Berbagai kesulitan terdapat pada penerapan strategi ini terutama pada pelaksanaannya seperti manajemem R&D dll, sehingga perlu adanya penerepan formulasi strategi yang kompleks. Suatu langkah awal yang penting adalah menganalisa adanya Technological Illiteracy dari para eksekutif dan manajer, walaupun sangatlah naïf apabila disarankan para CEOs tersebut haruslah seorang technologist. Meskipun demikian ketidakmampuan dan ketidakmauan untuk berpikir sesuai dengan terminologi basis teknologi serta kondisi pasar  adalah habatan yang besar menuju keberhasilan.    Hambatan lain dikenal sebagai high-tech syndrome, suatu hal yang tidak tepat selama ini berlangsung dilakukan oleh para manajer / pemegang pimpinan yang percaya bahwa teknologi bersinonim dengan teknologi tinggi dan berpandangan bahwa basis teknologi suatu perusahaan hanya diperlukan bagi perusahaan-perusahaan hi-tech.

Penerapan strategi teknologi juga membutuhkan peningkatan pola komunikasi mengenai teknologi yang diperoleh R&D management dengan penggunanya sehingga ditemukan suatu kecocokan menuju kebijakan stratregi yang lebih luas dengan skala waktu tertentu dimana terdapat perubahan signifikan teknologi yang akan berpengaruh pada keuntungan dan daya saing perusahaan.

Pengembangan strategi industri diawali dengan proses perubahan dalam prosedur pengembangan strategi yang dilakukan dengan Technology Audit yang menganalisa perusahaan dari berbagai aspek, antara lain: menganalisa kemampuan penguasaan teknologi, ketergantungan teknologi. posisi terhadap pesaing, pengetahuan konsumen terhadap produk perusahaan, keseimbangan rasional antara teknologi yang diperoleh secara internal / eksternal, faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran, kekuatan perusahaan ( produk & teknologi produksi), menganalisa hasil optimum dari eksploitasi teknologinya dan menganalisa apakah perusahan memiliki asset yang tidak lagi produktif bila digunakan namun dapat menjadi bernilai jika digunakan oleh perusahaan lainnya.

Audit yang pertama dilanjutkan dengan audit reguler dengan pengembangan prosedur yang lebih teliti dan waktu yang singkat. Dari hasil audit diharapkan akan muncul suatu strategi yang tepat yang terdiri atas tiga kelompok struktur strategi yang meliputi strategi akuisisi teknologi, eksploitasi  dan manajemen yang berkelanjutan serta strategi pengembangan reguler.

Dan akhirnya bermuara pada sebuah pendekatan baru untuk mendapatkan  formulasi strategi yang dibangun atas dasar analisa dan pengembangan technological core yang dimiliki perusahaan. Teknologi yang ada harus dibangun dari suatu untaian strategi-strategi yang tidak sekedar mempertimbangkan hasil produksi dan pemasarannya saja. Dan juga penting bagi setiap perencana perusahaan  untuk menerima dimensi teknologi  dari setiap proses perencanaannya serta menemukan jalan untuk mengintegrasikan produksi dengan perkembangan teknologi, ditambah dengan cara berpikir baru yang didapatkan melalui pendidikan, karena banyak diantara manajer yang memandang perannya selama ini hanya sebagai pengelola keuangan, pasar dan produknya, tanpa menghiraukan tanggung jawabnya bagi basis teknologi bagi produknya atau bagaimana produk tsb dibuat.

Sehingga dengan strategi teknologi yang telah dirancang, pada akhirnya seorang Kepala Eksekutif berkewajiban untuk memastikan berjalannya akuisisi jangka panjang, proses manajemen yang baik dan eksploitasi teknologi yang efektif sebagai tujuan utama perusahaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s