Unsur-unsur Kemampuan Penguasaan teknologi

Unsur-unsur kemampuan PENGUASAAN teknologi

Dwi Purnomo

Kemampuan teknologi adalah suatu konsep yang luas, yang meliputi jenis dan tingkatan-tingkatan kemampuan teknologi yang berbeda, hal ini sangat membantu untuk membuat suatu pembedaan antara berbagai unsur atau jenis kemampuan teknologi dalam rangka menilai tingkatan transfer teknologi dalam sektor manufaktur Indonesia yang  telah memberikan kontribusinya bagi  pengembangan kemampuan teknologi lokal (TCs). Penggolongan unsur atau jenis kemampuan teknologi diperoleh dari hasil studi Sripaipan (1990); Kim (1997); dan Ernst, Mytelka dan Ganiatsos ( 1998), yang membaginya kedalam empat tingkatan, yakni:

1. Production or Operational Capability

Kemampuan produksi atau operasional mengacu pada ketrampilan dan pengetahuan  yang diperlukan untuk proses operasi yang efisien, kendali proses produksi dan permesinan di dalam pabrik (mencakup pemeliharaan dan perbaikan mesin). Hal ini meliputi manajemen produksi yang diperlukan untuk mengoptimalkan operasi pabrik, perbaikan dan pemeliharaan fisik.

2. Investment or Acquisitive Capability

Kemampuan investasi atau kemampuan perolehan teknologi mengacu pada ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mencari, menilai, merundingkan, dan memperoleh teknologi yang relevan. Seperti halnya kemampuan untuk menginstal dan memulai membangun suatu fasilitas produksi baru, kemampuan investasi atau perolehan teknologi yang meliputi pelatihan tenaga kerja untuk melatih berbagai ketrampilan yang perlu serta kemampuan untuk melakukan analisa kelayakan investasi dalam suatu proyek tertentu serta kemampuan untuk melaksanakan atau menyelesaikan proyek.

3. Adaptive or Minor Change Capability

Kemampuan ini mengacu pada ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mencerna transfer teknologi dan untuk menyelesaikan beberapa peningkatan atau modifikasi kecil yang terjadi  dalam proses yang ada sebagai jawaban atas peningkatan produktivitas.

4. Innovative or Major Change Capability

Kemampuan ini mengacu pada kemampuan yang diperlukan untuk menyelesaikan riset dan pengembangan yang signifikan dalam in-house research (R&D), untuk membuat modifikasi secara radikal produk atau proses utama dan mengembangkan produk-produk atau proses baru. Kemampuan inovatif ini meliputi kemampuan untuk menemukan (invent) seperti halnya untuk berinovasi dan meningkatkan teknologi yang ada di luar parameter rancangan yang asli.

Keempat unsur mengenai  kemampuan teknologi tersebut digunakan sebagai ukuran untuk menilai tingkat keberhasilan transfer teknologi di Indonesia melalui berbagai saluran untuk  mengembangkan kemampuan lokal (TCs). Penggolongan di atas juga membantu untuk menentukan prioritas untuk strategi teknologi yang berdasarkan transfer teknologi asing. Hal ini menyiratkan bahwa suatu negara berkembang pada tahap awal industrialisasinya berorientasi ekspor, seperti halnya Indonesia yang membelanjakan banyak dananya untuk mengembangkan basis teknologi, investasi dan kemampuan adaptif (Ernst, Mytelka& Ganiatsos, 1998). Pada sisi lain, semakin maju  industri suatu negara, seperti Korea dan Taiwan, usaha teknologinya harus dipusatkan lebih jauh pada tuntutan pengembangan kemampuan inovatif agar dapat terus bersaing secara internasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s