“Blessing In Disguise”

Oleh. Dwi Purnomo

Membaca situasi saat ini ketika Indonesia mendapatkan berbagai berkah akibat politik negara-negara tetangga yang memanas, atau situasi lain yang tidak menguntungkan pada negara lain sehingga memberikan suatu perasaan pembenaran terhadap ungkapan “blessing in disguise”.

Situasi politik negara-negara tetangga yang memanas ternyata memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia terutama dalam perkembangan dunia Industri. Contoh yang pertama adalah industri textil nasional. Sektor ini diuntungkan dengan situasi yang memanas di beberapa negara di Asia seperti yang terjadi di Thailand, Myanmar dan China. Kemudian investor asing menempatkan ordernya ke Indonesia,  hal ini tentunya merupakan berkah bagi Indonesia yang selama satu dekade terakhir berada dalam zona keterpurukan imbas krisis moneter dan terlebih karena tidak dapat bersaing yang disebabkan rendahnya tingkat efisiensi industri tekstil nasional dibandingkan dengan negara-negara lain.

Lain lagi ceritanya pada sektor lain, jika industri tekstil berkaitan dengan situasi politik, industri yang satu ini berkaitan dengan situasi dan kondisi alam. Contoh yang menarik adalah dari komoditas rumput laut. Sejak tahun 2007 Indonesia terbilang eksportir utama rumput laut tropis dunia mengalahkan Filipina. Hal ini tentunya karena Indonesia memang mulai serius membangun industri rumput laut, namun tidak juga menutup mata karena menjadi nomor satu karena adanya berkah yang terjadi akibat sejumlah wilayah pantai Filipina kini kerap dihampiri badai sehingga menurunkan kemampuan produksinya dan membuka peluang bagi Indonesia menjadi pelaku rumput laut terdepan.

Selain politik ataupun kondisi alam, kondisi lainnya adalah antisipasi pada teknologi dan pasar yang berkembang. Saat ini Indonesia juga berbangga hati menjadi exportir utama CPO di Dunia menyaingi Malaysia. Produksi CPO dan produk derivatif Indonesia diprediksikan naik 5-10% dalam bulan-bulan kedepan, namun disayangkan dengan naiknya produksi ini tidak diiringi dengan naiknya nilai yang diperoleh dikarenakan penurunan harga CPO. Dalam empat bulan pertama tahun 2009 pada periode yang sama pada tahun 2008, turun dari 44.6 persen, dari US$ 2.87 juta dari US$5.19 juta.

Menjadi produsen utama adalah suatu pencapaian yang sangat baik, namun perlu juga mempertimbangkan nilai tambah yang dihasilkannya. Malaysia yang kini juga menjadi produsen CPO utama dunia tidak lagi memprioritaskan untuk mengekspor bahan mentah CPO, tetapi mengutamakan untuk mengekspor produk-produk derivatif atau produk-produk turunannya dengan teknologi yang dikuasainya. Hal ini tentunya juga memberikan alasan mengapa Indonesia unggul menjadi exportir CPO dalam bentuk mentah dibandingkan Malaysia, bukan karena tidak mampu tetapi karena Malaysia mengutamakan produksinya untuk kebutuhan dalam negeri dan kemudian diolah industri pengolahannya agar memberikan manfaat bagi negaranya.

Belajar dari contoh-contoh di atas, menjadi sangat berharga untuk memanfaatkan momentum yang terjadi saat ini untuk dijadikan menjadi suatu energi yang besar untuk membangun sektor industri secara berkesinambungan dengan visi yang jauh ke depan.  Sehingga, pencapaian yang diraih bukan hanya terjadi karena kejadian besar pada pesaing sehingga berimbas pada naiknya posisi Indonesia. Pencapaian yang diraih hendaknya merupakan hasil dari perencanaan matang, yang dilandasi dengan visi yang jelas terukur dan diterjemahkan dalam strategi-strategi berkesinambungan, sehingga prsestasi yang dicapai berlandaskan kemampuan dan unggulnya daya saing yang dimiliki.

Untuk itu, bagi pemerintahan yang akan datang,  memiliki komitmen yang jelas dalam pembangunan ekonomi dengan pandangan yang jauh kedepan dalam memutuskan kebijakannya, sehingga semua pencapaian yang diaraih berikutnya adalah prestasi yang dirancanakan dalam bentuk strategi dalam jangka panjang dalam upaya mensejahterakan warganya. Bukan karena sesuatu diperoleh dengan sangat cepat dan kemudian lepas dalam waktu yang juga singkat, tetapi leboh karena Indonesia memiliki daya saing yang kuat bukan karena “blessing in disguise”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s