Industri Halal dan Akun Twitter @HalalFirst

Industri Halal dan Akun Twitter @HalalFirst

Jumlah penduduk muslim pada tahun 2010 menurut Kettani adalah 24% 1,654,941,394 jiwa atau 24 persen dari total penduduk dunia, dengan pangsa pasar produk makanan halal saja saat ini mencapai 16 persen dari pasar produk makanan dunia. 63 persen produk halal global dibelanjakan di pasar Asia, 23,8 persen di kawasan Afrika, 10,2 persen di kawasan Eropa dan sisanya di Amerika dan Oseania. Pasar halal dunia kini mencapai USD 634 Miliar (World Halal Forum, 2009),

Pasar halal terbesarnya terdapat di Asia, diikuti oleh Afrika, Eropa dan Amerika. Sebanyak 67% produk halal dapat dikategorikan sebagai Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang meliputi makanan olahan dan minuman, suplemen dan nutrisi, manisan dan gula-gula, kosmetik. Perkembangan bisnis halal sendiri menjadi fenomena tersendiri untuk diangkat, terlebih Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia tidak boleh kehilangan momen untuk memanfaatkannya untuk kepentingan pembangunan nasional.

Banyak kalangan memahami halal hanya sebatas terbebasnya suatu produk dari unsur babi dan najis. Konsep halal semacam itu merupakan konsep tradisonal sempit yang perlu diperbarui pemaknaannya lebih dalam. Konsep halal telah maju pesat terlebih dikaitkan dengan dunia industri yang berkembang sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengiringinya. Halal menajadi patok mutu tertinggi. Bagaimana tidak tertinggi, produk halal harus terjamin keamanan dan kesehatannya yang berawal dari bahan baku tumbuhan atau hewan yang ketika masih hidup pun harus diperhatikan kesejahteraannya, kemudian proses pemotongan, pengolahan, distribusi hingga penyajiannya di atas meja makan maka harus dijamin ke halalannya.

Penerapan konsep halal modern telah melangkah begitu jauh dalam bidang agroindustri halal, bahkan bertrasnformasi menjadi bisnis halal global yang menjanjikan dam diminati negara-negara maju. Melihat kepada Malaysia, mau tidak mau harus diakui berhasil menjadi pionir bagi bisnis halal di dunia dan menularkan obsesinya untuk mengedepankan konsep halal sebagai konsep mutu tertinggi. Perhelatan ini, dengan jelas menggambarkan bahwa komoditas halal bukan hanya sekedar makanan dan minuman, tetapi jauh dari pada itu, produk halal meliputi produk manufaktur lain yang berkembang antara lain, kosmetiik, toiletries, bahan tambahan pangan, makanan suplemen, obat-obatan dan vaksin, lembaga keuangan syariah, produk penyamakan kulit dan asuransi yang selama ini hanya sedikit pihak yang memperhatikan kehalalannya.

Di bidang industri jasa juga halal memiliki peluang yang sangat tinggi untuk dikembangkan seperti jasa pariwisata, perdagangan, logistik, teknologi informasi, serta kesehatan. Tentunya banyak orang awan yang mempertanyakan, mengapa jasa dapat dikategorikan sebagai bisnis yang harus diselaraskan dengan konsep halal. Dalam konsep syariah Islam dinyatakan bahwa tidak diperbolehkan mencampuradukkan bahan baku halal dengan yang haram walau dalam jumlah yang sangat sedikit.

Untuk itu, kami merasa perlu untuk menyebarkan Informasi dan ilmu yang berkembang mengenai konsep Halal sebagai konsep mutu yang hakiki. ikuti perkembangannya melalui @HalalFirst. membuka cakrawala berpikir mengenai konsep halal yang bukan sebatas religi, namun lebih luas kepada penghargaan akan kebutuhan konsumen dalam menyediakan produk yang memiliki mutu tinggi. Informasi yang ditamPilkan adalah informasi up-date mengenai agro-industri dan bisnis halal yang berkembang baik di dalam maupun luar negeri. semoga bermanfaat bagi pelaku, penggiat dan peminat industri, agro-industri dan bisnis halal.

Selamat Bergabung :) Follow @HalalFirst on Twitter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s