Tape Beralkohol, Haram atau Halal?

Tape yang saat ini banyak dikenal sebagai penganan rakyat dibuat dengan proses peragian atau fermentasi yang mengubah beras ketan menjadi tape. Pada saat peragian pula terjadi perubahan bentuk pati menjadi glukosa yang akhirnya menghasilkan alkohol. Jika ditanyakan tape mengandung alkohol, tentu jawabannya iya.

Persoalannya menjadi lain jika tape ketan tersebut diperas menjadi cairan saja. Sari yang berbentuk cairan tersebut maka akan dinyatakan sebagai minuman beralkohol dan hukumnya berubah menjadi haram.

Minuman seperti wine atau minuman beralkohol dapat didefinisikan sebagai minuman yang dibuat dengan cara fermentasi dari berbagai bahan baku nabati yang mengandung karbohidrat atau sengaja ditambahkan alkohol di dalamnya.

Jika air tape ketan dipisahkan dari padatannya maka dapat dikatakan bahwa air tersebut sebagai minuman beralkohol, namun jka masih dalam bentuk aslinya, yakni tape ketan maka tidak tergolong pada yang haram.

Untuk menentukan haram dan halalnya, dari definisi Hadist Nabi, Riwayat Abu Dawud menyatakan bahwa minuman yang jika diminum dalam jumlah banyak memabukkan maka sedikitnya pun dinyatakan haram.

Dapat disimpulkan bahwa jika alkohol itu merupakan bagian inheren atau hasil pembuatan sebuah makanan atau minuman maka tidak menjadi masalah. Jadi tidak ada masalah dengan dengan status kehalalan tape itu sendiri. Disamping itu , tidak ada konsumen yang mabuk setekah mengkonsumsi tape:)

Dalam dunia kuliner dan proses pembuatan makanan, tidak hanya tape ketan saja yang merupakan hasil fermentasi dan mengandung alkohol didalamnya, dan tentunya akan mengalami kadar yang berbeda. Contohnya adalah kecap kedelai, tempe, bahkan acar pun mengalami fermentasi dan mengandung alkohol.

Jadi, secara mudah yang haram dan halal dapat dibedakan bahwa jika selama itu ditujukan untuk tidak membuat mabuk dan tidak dipisahkan dari padatan utamanya baik selama proses dan setelah proses pembuatannya maka statusnya adalah halal.

Pustaka

Jaya, M. 2008. Makanan dan Minuman Anda Mengandung Babi dan Khamar. Riz’ma. Samarinda

4 thoughts on “Tape Beralkohol, Haram atau Halal?

    • tape tidak haram, tape itu halal.
      halal selalu diikuti dengan Thayyib yang berarti baik. jika kita makan yang halal maka juga harus diikuti dengan baik dan menyehatkan. jika berlebihan tentunya tidak thayyib atu tidak baik dan tidak menyehatkan.

    • Tape ditujukan bukan untuk memmabukkan. tape juga masih menyatu dengan padatannya, tape halal :)

  1. klo dilihat dari unsur kesehatannya bagaimana?klo itu kan dilihat dari skala industrinya dan secara global…..menurut kesehatannya bagaimana…..tape yang layak dikonsumsi bagaimana……terima kasih infonya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s