Dukung Pembangunan Bangsa, Mahasiswa Harus Jadi Individu Kreatif

Berikut adalah artikel ini yang saya ambil dari berita web unpad dari artikel tanggal 19 Maret 2012, sebuah tulisan reportase atas penyelenggaraan seminar kreativitas yang diselenggarakan oleh OxiGen dan HMJ TMIP FTIP Unpad.

Sumber: www.unpad.ac.id

Oleh: Arief Maulana

[Unpad.ac.id, 19 Maret 2012] Mahasiswa adalah individu yang dituntut memiliki kreativitas untuk mengubah bangsa. Status sebagai “mahasiswa” memiliki makna seorang siswa yang memiliki kemampuan yang “maha”. Hal itulah yang mendasari Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Manajemen Indutsri Pertanian (TMIP) Unpad bekerja sama dengan OxyGen menggelar acara “Charisma Episentrum Seminar Series: ‘Semar Berdasi’ Seminar Kreativitas Pemuda Indonesia” pada Sabtu (17/03).

Acara yang digelar di aula PSBJ Fakultas Ilmu Budaya (FIB) kampus Unpad Jatinangor sukses menjaring kurang lebSXih 180 peserta, bukan hanya dari Unpad, namun ada juga dari kampus lain seperti UPI dan STSI Bandung. Narasumber seminar ini adalah M. Adi Panuntun (CEO PT. Sembilan Matahari dan dosen FSRD ITB), M. Bijaksana Junerosano (CEO PT. Greenarition Indonesia), dan M. Achir (News Anchor Liputan 6 SCTV) dengan moderator Adenita (penulis muda).

“Kegiatan ini dilatarbelakangi atas dasar untuk membentuk mind setmahasiswa agar menjadi individu yang kreatif dan mempunyai soft skill yang baik. Ada ilmu lebih yang diharapkan, mahasiswa bukan hanya pintar tetapi kreatif,” tukas Fajar Rizki, ketua pelaksana acara Semar Berdasi.

Seminar pun diawali dengan presentasi dari M. Bijaksana Junerosano. Ia berhasil mengembangkan sebuah bisinis berlatar Social Enterprise. “Social Enterprise adalah solusi untuk menyelesaikan masalah lingkungan tetapi dalam bentuk wirausaha. Langkah kita adalah dengan menawarkan produk dan jasa untuk kepentingan lingkungan. Produk dari Greenarition adalah kolaborasi dari program sosial, ekonomi, dan lingkungan (sosekling),” ujarnya.

Menurutnya, saat ini pengelolaan produk yang menjawab permasalah lingkungan akan mengalami kemajuan. “Isu sosial yang digabung dengan kreativitas bisa menghasilkan omset kapita yang luar biasa,” tutur salah satu penggagas car free day di Bandung ini.

Salah satu produk dari Greenarition adalah goody bag yang digunakan sebagai pengganti kantong plastik. Ia melakukan kerjasama dengan toserba yang ada di kota Bandung. “Alhamdulillah, penerapan SOP antara Greenarition dengan toserba bisa memangkas angka penggunaan kantong plastik hingga 8 juta. Adapun keuntungan dari penerapan SOP ini bisa mencapai Rp 117 juta. Jumlah tersebut akan dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk membersihkan lingkungan,” katanya.

Ketika berbicara mengenai kreativitas, Junerosano pun mengenalkan konsep “WISDOM” sebagai langkah awal untuk mengenali potensi dan kreativitas. “W adalah watak, kenali kelebihan dan kekurangan kita. I adalah impian, tentukan impian kita seperti apa. S adalah strategi, atur strategi yang baik untuk mewujudkan impian tersebut. D adalah didik, jangan pernah untuk berhenti belajar. O adalah otak dan otot, gunakan keduanya dalam mewujudkan impian. Dan, M adalah manajemen, strategi yang telah disusun akan berjalan jika ada manajemen yang baik,” ujar Junerosano.

Senada dengan Junerosano, Adi Panuntun pun berbicara mengenai bagaimana kolaborasi antara manajemen eknomi dengan manajemen produk. Sebelum ia memulai presentasinya, peserta diajak untuk melihat dua video maping karya Adi, serta tralier film Cin[T]a, sebuah film indie yang mengangkat tentang isu sosial perbedaan agama. Film yang diproduseri oleh Adi ini sukses meraih penghargaan sebagai Naskah Film Terbaik di ajang Festival Film Indonesia pada tahun 2010 dan sukses diapresiasi tidak hanya di Indonesia, namun juga di berbagai negara di benua Eropa.

Pria yang pernah mengecap sebagai mahasiswa Ekonomi Studi Pembangunan (ESP) Unpad sebelum akhirnya hijrah ke FSRD ITB ini merasakan keuntungan mengambil dua jenis mata kuliah yang berbeda. “Kreativitas adalah bagaimana me-manage karya yang dihasilkan menjadi nilai-nilai yang ekonomis. Ide kreatif yang dibarengi dengan metode yang sistematis akan menghasilkan impact yang luar biasa,“ tuturnya.

Adi pun berpendapat bahwa mahasiswa haruslah memiliki pengalaman organisasi yang baik. “Menjadi ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) memiliki keuntungan bisa bertemu dengan orang-orang di luar bidang kita, serta dapat belajar silaturahmi lintas disiplin ilmu untuk membangun komunikasi dengan lintas bidang, sehingga bisa membentuk semangatcomplementary di antara kita,” ujar Adi.

Presentasi berikutnya dipaparkan oleh M. Achir. Pria lulusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP Unpad ini sukses mengelilingi Eropa selama 40 hari. “Lawatan ke Eropa ini merupakan langkah kita untuk mengenalkan seni budaya Sunda,” tutur Achir. Ia berpendapat bahwa kunjungannya ke Eropa ini diiringi dengan hambatan-hambatan dana. “Kita pernah tertahan di Skotlandia gara-gara kehabisan uang. Tapi kami tetap jalan terus!” tambahnya.

Selain menggelar konser di beberapa negara, tim tersebut juga melakukan penjualan alat-alat musik Sunda. “Dari konser dan penjualan itulah yang bisa membiayai kami selama di Eropa. Yang kami pikirkan adalah bagaimana kami bisa bertahan dengan musik tanpa pernah menjadi pengemis,” kenang Achir.

Ketika ditanya bagaimana cara mewujudkan impian, Achir berpendapat bahwa mimpi akan bisa diwujdukan melalui passion yang baik. “Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Mimpi haruslah lebih liar dan passionlah yang mengarahkannya. Jangan pernah menyerah sedikit pun. Teruslah temukan impian dan lakukanlah strategi, “ ujar Achir. *

 

One thought on “Dukung Pembangunan Bangsa, Mahasiswa Harus Jadi Individu Kreatif

  1. Bangsa yg memiliki anak-anak muda kreatif adalah bangsa yg maju. Semoga dengan bantuan seminar-seminar seperti ini kreativitas mahasiswa Indonesia kian terasah. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s