Integrasi Penelitian dan Pemberdayaan dalam Kurikulum Technopreneurship

humas-unpad-2014_01_30-094163Diawali dari pendampingan petani pada 2007 di wilayah Cirebon, Majalengka, Indramayu dan Kuningan dan penguatan kelembagaan Masyarakat Klaster Buah (Masterbu) yang dipelopori oleh Prof. Dr. Roni Kastaman dan Dr. Dwi Purnomo. Pendampingan ini dititik beratkan pada penguatan kelembagaan dan pengembangan teknologi olahan buah berbasis pemberdayaan. Seiring dengan proses yang berjalan sehingga para petani binaan mampu memperbaiki hasil olahannya hingga memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

Proses yang dilaksanakan di lapangan tersebut kemudian dikaitkan dengan dengan pengembangan kurikulum yang dilaksanakan di Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad berupa kurikulum Technopreneurship diarahkan pada penguasaan teknologi dengan jiwa kewirausahaan yang dirancang agar mampu diaplikasikan dalam proses pembelajaran. Sinergitas antara penelitian, pembelajaran dan pengabdian menghasilkan rantai manfaat yang sangat luas dan memberikan daya dorong kuat terhadap keseluruhan pelaku.

Fruters adalah salah satu produk hasil dari uji coba model kurikulum berorientasi technopreneurship. Produk olahan ini diproduksi dengan bahan baku puree produksi petani binaan, dikembangkan melalui proses penelitian sehingga memiliki berbagai diversifikasi produk, dikelola oleh mahasiswa dan dosen serta didampingi pengelolaannya melalui proses coaching khusus selama tiga tahun berturut-turut dengan intensif sehingga menjadi sebuah usaha berbasis teknologi yang mandiri.

Fruters dikembangkan dengan menggabungkan konsep technopreneurship dan socialpreneurship. Lulusan yang berhasil mengembangkan produk ini menjadi sebuah usaha mandiri diwajibkan melakukan replikasi proses coaching pada mahasiswa-mahasiwa di bawahnya, serta tetap mempertahankan model bisnis yang tetap mampu memberdayakan dan memperkuat setiap pelaku yang terlibat didalamnya, baik petani, masyarakat sekitar, bahkan bagi universitas.

Saat ini beragam produk yang telah dikembangkan adalah makanan dan minuman berbasis mangga dengan konsep makanan dan minuman sehat. Produk-produknya antara lain adalah Flango (Flat Mango) mangga datar yang dikeringkan dengan proses dehidrasi, Slush yang merupakan puree mangga dengan campuran buah kiwi dengan tampilan premium serta  Manggo Puree  dengan berbagai kemasan dan kekentalan yang disesuikan dengan segmentasi pasar. Saat ini Fruters dapat ditemui di kantin-kantin Unpad Jatinangor dan mulai merambah beberapa café di Bandung. Dalam waktu yang singkat Fruters mendapatkan sambutan yang sangat baik dari pasar bahkan banyak investor yang berminat mengembangkannya. Namun dalam pengembangannya harus tetap pada visi dimana mampu menjadi lokomotif yang dapat menggerakan setiap pihak yang terlibat didalamnya, terutama bagi proses replikasi, pemberdayaan mayarakat, penelitian dan berkontribusi nyata bagi proses pembelajaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s